
Menyimak dari beberapa media yang memberitakan perihal apa yang dialami Saudari Prita M. saya menjadi terusik untuk memberikan pandangan, apakah dunia bisnis khususnya bisnis dibidang Jasa Pelayanan Medis di Indonesia sudah sedemikian parahnyakah. ..???? Ukuran-ukuran keberhasilannya semata-mata hanya dari keuntungan materi yang bersifat finansial... . apakah tidak ada lagi keuntungan sosial.... sebagai bentuk "jasa pelayanan (sosial)"... . Apakah Warga negara Inonesia sudah tidak pernah lagi membaca Panca Sila..... yang salah satu silanya adalah.... "KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAP.... " . Perlau dipertanyakan memang.... Apakah pelaku bisnis seperti itu masih layak menghuni bumi pertiwi yang kita cintai ini....???
Apapun realitasnya, silahkan anda semua berpendapat dengan segala argumentasinya. ... baik mengenai bisnis jasa pelayanan medis sampai dengan pelayanan hukum aparat, penegakan hukum dan semakin jauhnya rasa keadilan bagi warga masyarakat.. ...
Saya jadi teringat dengan seorang EKONOM BESAR, John Meynard Keyness yang pernah mengatakan bahwa ekonomi (bisnis) tidak hanya dikendalikan oleh Pelaku Bisnis (aktor ekonomi) yang rasional seperti yang diyakini oleh penganut Paham Ekonomi Klasik, melainkan juga dipengaruhi oleh nafsu kebinatangan (animal spirits) yang ada diantara individu pelaku bisnis yang tidak rasional. Manusia ternyata memiliki pula motivasi non ekonomi dalam tindakan bisnis. Dan manusia tidak selalu rasional dalam memenuhi kepentingan bisnisnya.
Dalam Pandangan John Meynard Keyness, bahwa nafsu kebinatangan yang ada dalam pelaku bisnis inilah yang sering kali menimbulkan berbagai gejolak.... gejeloka sosial-ekonomi, hukum, keadilan masyarakat, lingkungan dan sebagainya.. ... yang tanpa disadari... pada akhirnya akan menimbulkan sosial cost yang luar biasa besarnya... Justru kepentigan nonbisnis inilah yang sering diabaikan oleh pelaku bisnis, bahkan sering berada diluar pertimbangan nalar-akal sehat para pelaku bisnis.
Apapun komentar anda, dimana ekonomi kerakyatan berada.... sebagaimana yang dijadikan slogan kampanye Para Kandidat Pemimpin Bangsa ini.... ditengah-tengah kehidupan para pelaku bisnis yang seperti di atas...????
Belum lagi dari aspek penerapan hukum, bagaimana hukum bisa ditegakkan, keadilan bisa diperoleh jika aparatnya lupa kalau PANCASILA masih menjadi "DASAR NEGARA" yang kita cintai ini... betapa peliknya negeri ini.... tapi aku tetap mencintaimu. .. Indonesiaku. ...
Bintaro, 6 Juni 2009
Heri Yanto.
Apapun realitasnya, silahkan anda semua berpendapat dengan segala argumentasinya. ... baik mengenai bisnis jasa pelayanan medis sampai dengan pelayanan hukum aparat, penegakan hukum dan semakin jauhnya rasa keadilan bagi warga masyarakat.. ...
Saya jadi teringat dengan seorang EKONOM BESAR, John Meynard Keyness yang pernah mengatakan bahwa ekonomi (bisnis) tidak hanya dikendalikan oleh Pelaku Bisnis (aktor ekonomi) yang rasional seperti yang diyakini oleh penganut Paham Ekonomi Klasik, melainkan juga dipengaruhi oleh nafsu kebinatangan (animal spirits) yang ada diantara individu pelaku bisnis yang tidak rasional. Manusia ternyata memiliki pula motivasi non ekonomi dalam tindakan bisnis. Dan manusia tidak selalu rasional dalam memenuhi kepentingan bisnisnya.
Dalam Pandangan John Meynard Keyness, bahwa nafsu kebinatangan yang ada dalam pelaku bisnis inilah yang sering kali menimbulkan berbagai gejolak.... gejeloka sosial-ekonomi, hukum, keadilan masyarakat, lingkungan dan sebagainya.. ... yang tanpa disadari... pada akhirnya akan menimbulkan sosial cost yang luar biasa besarnya... Justru kepentigan nonbisnis inilah yang sering diabaikan oleh pelaku bisnis, bahkan sering berada diluar pertimbangan nalar-akal sehat para pelaku bisnis.
Apapun komentar anda, dimana ekonomi kerakyatan berada.... sebagaimana yang dijadikan slogan kampanye Para Kandidat Pemimpin Bangsa ini.... ditengah-tengah kehidupan para pelaku bisnis yang seperti di atas...????
Belum lagi dari aspek penerapan hukum, bagaimana hukum bisa ditegakkan, keadilan bisa diperoleh jika aparatnya lupa kalau PANCASILA masih menjadi "DASAR NEGARA" yang kita cintai ini... betapa peliknya negeri ini.... tapi aku tetap mencintaimu. .. Indonesiaku. ...
Bintaro, 6 Juni 2009
Heri Yanto.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar